• header
  • header2
  • header3
  • header4
  • header5
  • header6

Selamat Datang di Website SMA NEGERI 1 SUBAH | Terima Kasih Kunjungannya.

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


SMA NEGERI 1 SUBAH

NPSN : 20322741

Jl.Raya Jatisari Subah Batang Jawa Tengah 51262


info@sman1subah.sch.id

TLP : 0265656565


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 379911
Pengunjung : 110116
Hari ini : 11
Hits hari ini : 24
Member Online : 1
IP : 3.228.11.9
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

JUKNIS JALUR PPDB SMA




DOWNLOAD JUKNIS PPDB SMA/SMK


 


JALUR PPDB SMA


PPDB dilaksanakan melalui beberapa jalur sebagai berikut:


1. Jalur Zonasi



  1. Zonasi adalah wilayah Desa/Kelurahan dalam jarak terdekat dengan satuan Pendidikan yang ditetapkan oleh Kepala Dinas berdasarkan usulan dari Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).

  2. Jarak tempat tinggal terdekat dimaksud adalah dihitung berdasarkan jarak tempuh dari Kantor Desa/Kelurahan menuju ke Satuan Pendidikan.

  3. Calon peserta didik yang wajib diterima melalui jalur zonasi sekurangkurangnya 50% (lima puluh persen) dari daya tampung, yang dilakukan seleksi berdasarkan jarak terdekat domisili calon peserta didik yang bersangkutan dengan sekolah.

  4. Calon peserta didik yang berasal dari satu RW (Rukun Warga) dengan satuan pendidikan, diprioritaskan diterima.

  5. Calon Peserta Didik dari Pondok Pesantren, zonasi sekolah mengikuti tempat kedudukan Pondok Pesantren.

  6. Pengaturan Zonasi ini dikecualikan bagi Inklusi dan Kelas Khusus Olahraga (KKO).


2. Jalur Afirmasi



  1. Jalur afirmasi diperuntukkan bagi calon peserta didik yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu, panti asuhan, dan putera/puteri tenaga kesehatan dan tenaga pendukungnya yang menangani langsung pasien Covid19.

  2. Calon peserta didik yang wajib diterima melalui Jalur Afirmasi paling sedikit 15% (lima belas persen) dari daya tampung sekolah.

  3. Ketentuan tersebut pada huruf b dapat tidak terpenuhi, apabila jumlah calon peserta didik yang mendaftar melalui jalur ini kurang dari 15% (lima belas persen) daya tampung.

  4. Calon peserta didik baru yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu dibuktikan dengan keikutsertaan peserta didik dalam program penanganan keluarga tidak mampu dari Pemerintah atau Pemerintah Daerah yang dibuktikan dengan kepemilikan Kartu Indonesia Pintar dan/atau Kartu Miskin yang diterbitkan oleh Pemerintah Daerah.

  5. Selain ketentuan sebagaimana tersebut pada hurud d, peserta didik dari keluarga tidak mampu adalah peserta didik dari keluarga tidak mampu yang terdaftar dalam Basis Data Terpadu (BDT).

  6. Calon peserta didik yang berasal dari panti asuhan ditetapkan oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah. 

  7. Sebagai bentuk penghargaan kepada tenaga kesehatan dan tenaga pendukungnya yang bekerja di fasilitas layanan kesehatan (Rumah Sakit Lini 1, Rumah Sakit Lini 2, dan Rumah Sakit Lini 3) yang menangani langsung pasien Covid-19, maka putera/puteri tenaga kesehatan dan tenaga pendukungnya diberikan penghargaan berupa dispensasi/prioritas langsung diterima, utamanya di wilayah zonasinya.

  8. Data tenaga kesehatan dan tenaga pendukungnya sebagaimana dimaksud pada huruf g beserta nama Calon Peserta Didik yang akan mengikuti PPDB bersumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.

  9. Khusus calon peserta didik yang merupakan putera/puteri tenaga kesehatan dan tenaga pendukungnya dengan wilayah kerja di luar Provinsi Jawa Tengah dapat diberikan dispensasi/prioritas langsung diterima utamanya di wilayah zonasinya apabila orang tua calon peserta didik masih tercatat sebagai warga Provinsi Jawa Tengah yang dibuktikan dengan Kartu Keluarga, dan disertai surat keterangan sebagai tenaga kesehatan atau tenaga pendukungnya yang bekerja di fasilitas layanan kesehatan (Rumah Sakit Lini 1, Rumah Sakit Lini 2, dan Rumah Sakit Lini 3) yang menangani langsung pasien Covid-19, yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi tempatnya bertugas.

  10. Dalam hal terdapat dugaan pemalsuan bukti keikutsertaan dalam program penanganan keluarga tidak mampu dari Pemerintah atau Pemerintah Daerah, Sekolah bersama Kepala Desa setempat wajib melakukan verifikasi data di lapangan serta menindaklanjuti hasil verifikasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

  11. Peserta didik yang masuk melalui jalur afirmasi merupakan peserta didik yang berdomisili di dalam dan di luar wilayah zonasi Sekolah yang bersangkutan.


3. Jalur perpindahan tugas orang tua/wali



  1. Jalur PPDB perpindahan tugas orang tua/wali yakni jalur yang disediakan bagi calon peserta didik yang mengikuti perpindahan tugas orang tua/wali yang dibuktikan dengan surat penugasan orang tua/wali.

  2. Calon peserta didik pada jalur perpindahan tugas orang tua/wali yang diterima paling banyak 5% (lima persen) dari daya tampung yang tersedia pada satuan pendidikan.

  3. Dalam hal jumlah calon peserta didik pada jalur perpindahan tugas orang tua/wali tidak mencapai 5% (lima persen), maka sisa kuota dialihkan ke jalur zonasi.

  4. Kuota jalur perpindahan tugas orang tua/wali dapat digunakan untuk anak guru yang mendaftar pada satuan pendidikan tempat orang tua/wali bekerja sebagai guru.

  5. Peserta didik yang mendaftar melalui jalur perpindahan tugas orang tua/wali merupakan peserta didik dengan Kartu Keluarga di luar wilayah zonasi Sekolah yang bersangkutan. 

  6. Dalam hal daya tampung untuk jalur perpindahan tugas orang tua/wali tidak mencukupi, maka seleksi dilakukan berdasarkan jarak tempat tinggal terdekat ke Sekolah.


4. Jalur prestasi



  1. Jalur PPDB Prestasi adalah jalur PPDB yang menggunakan seleksi prestasi calon peserta didik baik dalam zona maupun luar zona.

  2. Calon peserta didik pada jalur prestasi yang diterima paling banyak 30% (tiga puluh persen) dari daya tampung yang tersedia pada satuan pendidikan.

  3. Komponen penilaian yang dijadikan dasar dalam penghitungan nilai akhir untuk PPDB SMA jalur Prestasi terdiri:

    1. Nilai Rapor Semester I s.d V SMP/MTs atau yang sederajat, yaitu nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA. Apabila hasil Rapor Semester I s.d V untuk nilai Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA dalam rentang 0 (nol) sampai dengan 100 (seratus) maka nilai dikonversi menjadi rentang nilai 0 (nol) sampai dengan 10 (sepuluh) hingga 2 (dua) digit di belakang koma.

    2. Nilai rapor dimaksud merupakan nilai rata–rata pada aspek kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan bagi satuan pendidikan yang melaksanakan kurikulum 2013, sedangkan untuk satuan pendidikan yang melaksanakan kurikulum 2006 adalah nilai rata-rata pada aspek kompetensi pengetahuan.

    3. Nilai Kejuaraan dikelompokkan dalam 2 (dua) jenis, yaitu kejuaraan yang diselengarakan secara berjenjang dan kejuaraan tidak berjenjang. Nilai kejuaraan diberikan kepada calon peserta didik karena yang bersangkutan memiliki prestasi di bidang akademik dan/atau non akademik yang diperolehnya pada jenjang pendidikan SMP/MTs atau yang sederajat, dengan ketentuan :

      • 3.1 Kejuaraan Berjenjang

        1. Calon peserta didik dengan prestasi Juara I, II, III Internasional dan Juara I Nasional dari kejuaran yang diselenggarakan secara berjenjang langsung diterima.

        2. Bobot nilai prestasi kejuaraan berjenjang dari kejuaraan/lomba/ invitasi/sayembara yang diselenggarakan oleh instansi/lembaga pemerintah sesuai kewenangannya di bidang akademik dan/atau non akademik TERTERA DI JUKNIS, terlampir di bawah info ini.

        3. Tambahan nilai kejuaraan diambil dari prestasi tertinggi yang dimiliki oleh calon peserta didik.

        4. Bukti atas prestasi diterbitkan paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 3 (tiga) tahun sejak tanggal pendaftaran PPDB.

        5. Sertifikat/piagam penghargaan/kejuaraan tidak perlu legalisasi, dan akan dilakukan validasi data sesuai dengan aslinya dengan waktu yang akan diberitahukan sesuai kondisi kedaruratan Covid-19.



      • 3.2. Kejuaraan Tidak Berjenjang

        1. Kejuaraan tidak berjenjang merupakan kejuaraan/lomba/ invitasi/ sayembara selain yang tersebut pada jenis-jenis kejuaraan berjenjang, yang diselenggarakan oleh instansi/lembaga pemerintah/ perguruan tinggi/induk olahraga dan instansi/lembaga lain sesuai kewenangannya.

        2. Kejuaraan tidak berjenjang yang diberi bobot nilai adalah kejuaraan tidak berjenjang tingkat provinsi, nasional, dan internasional.

        3. Tambahan nilai kejuaraan diambil dari prestasi tertinggi yang dimiliki oleh calon peserta didik

        4. Bobot nilai kejuaraan tidak berjenjang sTERTERA DI JUKNIS, terlampir di bawah info ini.

        5. Bukti atas prestasi diterbitkan paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 3 (tiga) tahun sejak tanggal pendaftaran PPDB.

        6. Sertifikat/piagam penghargaan/kejuaraan tidak perlu legalisasi, dan akan dilakukan validasi data sesuai dengan aslinya dengan waktu yang akan diberitahukan sesuai kondisi kedaruratan Covid-19.





    4. Point zonasi, yaitu tambahan nilai sebesar 2,25 (dua koma dua lima) diberikan kepada calon peserta didik di dalam zonasi jika mendaftar pada jalur prestasi dalam wilayah zonasi.




Jadi jika nilai raport sangat baik namun tidak memiliki piagam kejuaraan masih bisa ikut bersaing di zona prestasi.


JENIS-JENIS KEJUARAAN


Jenis-jenis kejuaraan yang diberikan bobot nilai diklasifikasikan dalam 2 (dua) jenis kejuaraan, yakni kejuaraan berjenjang dan kejuaraan tidak berjenjang sebagai berikut :



  1. Kejuaraan Berjenjang

    1. Tingkat Nasional

      1. Olimpiade Sains Nasional (OSN)/KSN

      2. Olimpiade Olah Raga Siswa Nasional (O2SN)

      3. Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N)

      4. Gala Siswa Indonesia

      5. Olimpiade Literasi Siswa Nasional (OLSN)

      6. Olimpiade Penelitian Siswa Nasional (OPSI)

      7. Lomba Cipta Seni Pelajar Nasional

      8. Kuis Kihajar

      9. Pekan Olah Raga Pelajar Daerah (POPDA)

      10. Pekan Olah Raga Pelajar Nasional (POPNAS)

      11. Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Daerah (POSPEDA)

      12. Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Nasional (POSPENAS)

      13. Pekan Olahraga Daerah (POPDA)

      14. Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV)

      15. Kejuaraan Nasional Pra-PON

      16. Pekan Olahraga Nasional (PON)

      17. Pekan Olahraga Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA)

      18. Pekan Olahraga Paralimpik Pelajar Nasional (PEPARPENAS)

      19. Pekan Olahraga Pelajar Daerah - Special Olimpic Indonesia (POPDASOINA)

      20. Pekan Olahraga Pelajar Nasional - Special Olimpic Indonesia (POPDASOINA)

      21. Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI)

      22. MTQ Pelajar

      23. Kompetisi Sains Madrasah (KSM)

      24. Kompetisi Robotik Madrasah

      25. Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (PENTAS PAI)

      26. Lomba Tingkat (LT) Pramuka Penggalang



    2. Tingkat Internasional

      1. International Mathematics and Science Olympiad (IMSO)

      2. International Olynpiad In Informatics (IOI)

      3. International Teenagers Mathematics Olympiad (ITMO)

      4. International Physics Olympiad (IPhO)

      5. International Chemistry Olympiad (IChO)

      6. International Biology Olympiad (IBO)

      7. International Geography Olympiad (IGeO)

      8. Asean Skill Competition (ASC)

      9. Asean School Games

      10. International Chemistry Olympiad (IChO)

      11. International Biology Olympiad (IBO)

      12. International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA)

      13. International Olympiad in Informatics (IOI)

      14. The Asia Pasific Informatic Olympiad (APIO)





  2. Kejuaraan Tidak Berjenjang

    1. Kejuaraaan tidak berjenjang merupakan kejuaraan/lomba/invitasi/sayembara selain yang tersebut pada angka 1, yang diselenggarakan oleh instansi/lembaga pemerintah/perguruan tinggi/induk olahraga dan instansi/lembaga lain sesuai kewenangannya, dengan kriteria :

      1. Tingkat Provinsi

        1. Mendapatkan izin/penugasan dari satuan pendidikan SMP/MTs sederajat;

        2. Kepesertaan paling sedikit merepresentasikan 50% (lima puluh persen) dari jumlah kabupaten/kota dalam 1 (satu) provinsi.

        3. Mendukung pengembangan bakat, minat dan talenta peserta didik.

        4. Memiliki bukti dokumentasi pelaksanaan kejuaraan/lomba/invitasi/ sayembara.



      2. Tingkat Nasional

        1. Mendapatkan izin/penugasan dari satuan pendidikan SMP/MTs sederajat;

        2. Kepesertaan paling sedikit merepresentasikan 50% (lima puluh persen) dari jumlah provinsi di Indonesia.

        3. Mendukung pengembangan bakat, minat dan talenta peserta didik.

        4. Memiliki bukti dokumentasi pelaksanaan kejuaraan/lomba/invitasi/ sayembara.



      3. Tingkat Internasional

        1. Mendapatkan izin/penugasan dari satuan pendidikan SMP/MTs sederajat;

        2. Kepesertaan sekurang-kurangnya berasal dari negara-negara di Asia Tenggara.

        3. Mendukung pengembangan bakat, minat dan talenta peserta didik.

        4. Memiliki bukti dokumentasi pelaksanaan kejuaraan/lomba/invitasi/ sayembara. 








INFO LEBIH JELASNYA SILAHKAN DOWNLOAD JUKNIS PPDB SMA/SMK



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :

 

Komentar :


   Kembali ke Atas